17112013-kopi-1Dalam sebuah acara reuni, beberapa alumni menjumpai guru ngaji mereka dulu. Melihat para alumni tersebut ramai-ramai membicarakan kesuksesan mereka, guru tersebut segera ke dapur dan mengambil seteko kopi panas & beberapa cangkir kopi yang berbeda². Mulai dari cangkir yg terbuat dari kristal, kaca, melamin dan plastik.

Sang Guru menyuruh para alumni untuk mengambil cangkir dan mengisinya dengan kopi. Setelah masing – masing alumni sudah mengisi cangkirnya dengan kopi, sang guru berkata: ” Perhatikanlah bahwa kalian semua memilih cangkir yang bagus & kini yang tersisa hanyalah cangkir yang murah dan tiada menarik.

Memilih hal yg terbaik adalah wajar & manusiawi. Namun persoalannya, ketika kalian tidak mendapatkan cangkir yg bagus perasaan kalian mulai terganggu. Kalian secara otomatis melihat cangkir yg dipegang orang lain dan mulai membanding-bandingkannya. Pikiran kalian terfokus pada cangkir, padahal yang kalian nikmati bukanlah cangkirnya melainkan kopinya.

” Hidup kita adalah seperti KOPI, sedangkan CANGKIRNYA adalah : pekerjaan, jabatan, & harta benda yang kita miliki.”

Cara menikmati kehidupan hampir sama dengan menikmati kopi. Kenikmatan kopi tidak tergantung dengan cangkir atau gelas. Demikian juga kenikmatan kehidupan tidak tergatung dengan harta dan kedudukan. Kenikmatan kehidupan adalah bagaimana CARA menikmati, yaitu dengan sabar, syukur dan ikhlas…..

(Maqolah Habibana dalam renungan yang dalam)

Filed under: Tulisan Habib

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!