TAHLILAN, HADIAH PAHALA, MAULID & DZIKIRAN

Dialog Tentang Tahlilan,hadiah pahala,maulid,dzikiran

Assalamualaikum,dear habib,

Ada pertanyaan lagi dari teman2 saya di kantor,yg notabene mereka adalah berfaham baru dan sesat,ngaku ummat Rosul,tapi benci sama kita2 para pecinta Rosul:

Anda mengaku mengikuti mazhab Syafi’i (Limpahan rahmat Allah semoga slalu tetap padanya), tapi anda sendiri tahu Imam Syafi’i dan juga Imam-imam lainnya [b]sangat BENCI berkumpul di rumah keluarga ahli mayit, tp knapa anda masih membela kata tahlilan??! Jika anda mengatakan tahlilan itu adalah perbuatan baik karna memuji nama Allah SWT, sudah benarkah tata caranya dgn main keras2an ucapan dan intonasi suaranya ditinggikan?? Sedangkan dalam Al-Quran Allah berfirman: “Berzikirlah kalian kepada Ku dgn suara yg tdk terlalu pelan dan juga tidak terlalu keras”..-Dimanakah adab kalian dalam berzikir kpd Allah??

-Anda mengatakan bahwa maulid adlh SUNNAH, darimanakah sunnahnya?? Adakah haditsnya?? Tahukah anda asal mulanya diadakan maulid?? JIKA ITU SUNNAH, MAKA TIDAK MUNGKIN ADA YG MENUDUH BAHWA MAULID ITU ADALAH BID’AH, SEPERTI TIDAK MUNGKIN ADA YG MENGATAKAN BAHWA AQIQAH ITU ADALAH BID’AH!!!

bagaimana mengenai pendapat seperti ini ??????? mohon penjelsannya. syukron.

wassalam

–*JAWABAN DARI ALFAQIR HABIB ALWI BIN MUHAMMAD BA-ALAWY Perumnas Permata teluk jambe blok MC No.16 karawang*–

Alkmslm.Banyak Orang yg MENDUSTAKAN FATWA2 IMAM MUJTAHID,Tak terkecuali Imam Syafi’i. Saya pernah mendapati group facebook dg nama Group Pecinta Imam Syafi’i,namun ternyata didalamnnya adalah PENYELEWENGAN yg dilakukan kaum WAHABY / SALAFY. Itulah kemunafikan kaum Wahaby.

banyak orang yg tdak tahu bhwa Imam Syafi’i tu mempunyai Qoul Qodim(ktika di baghdad)kmudian banyak yg dinasakh/pengkoreksian ktika bliau mukim di Mesir(Qoul jadid),pada setiap madzhab apapun akan selalu ada pengikut beliau yg menafsirkan/memperjelas fatwa Imamnya.diantara yg menjadi pentarjih dikalangan Ulama Syafi’iyah adlh Imam Nawawi,Imam Rofi’i,Imam Haromain,Imam As-Syaukani dll.ada pula yg menjadi mujtahid Fatwanya,diantaranya adlh Imam Bukori,Imam Ibnu Hajar Alhaitami+Alatsqolani,Imam Tirmidzi,Imam Ghozali,Imam As-Suyuthi dll.Rodliyallohu ‘anhum.wanafa’ana bi’ulumihim.Perlu diketahui,hukum fiqih mempunyai Qoidah2 Ushul,diantaranya”Akhdzul manafi’ wadaf’ul mafasid”.sebetulnya,sy lebih senang bila kita ngariung ngaji bareng,biar lebih jelas.Kita juga harus memahami,bahwa acara tahlilan itu sendiri bukanlah suatu kewajiban,namun hanya sebatas mustahab(sunnah).jadi pandangan kita jangan kaku.tak ada paksaan tuk melaksanaknnya/pun tidak.Sebetulnya ada beberapa bagian yg harus dita’wili dlm acara tahlilan.& jangan memukul rata setiap Tahlilan yg ada diberbagai daerah tu sama tatacaranya.insya Alloh akan sya kemukakan bbrapa keterangan yg dikutip dr bbrapa Ulama dr berbagai kalangan disertai Quran hadits.namun maaf bila tidak sya tuliskan semua textnya karna keterbatasan fasilitas dan waktu:

a.) Berkumpul berjama’ah/sndirian untuk Dzikir+do’a yg dihadiahkan untuk si mayit adalah sunnah bukan bid’ah,itu telak; telah sepakat para Ulama kalangan Ahlussunnah waljama’ah akan sampainya+bermanfaatnya bacaan Quran,dzikir,do’a,shodaqoh & kebaikn2 lainnya kpd orang yg tlah meninggal/pun masih hidup.(antara lain terdapat dlm Al-adzkar Imam Nawawi,Fatawa alkubro syekh Ibnu taimiyyah,syekh Ibnu Qoyyim aljauzi dlm Arruh,syekh Sayyid Bakar Syatho dlm I’anatuttolibin),bgitupula para mujtahid Mutlaq sepakat,tidak terkecuali satupun.

* Berkata Imam Syafi’i bsrta Sahabat2 beliau; “sunnat membacakan sedikit ayat Quran untuk mayyit,kalau dapat dibacakan pada mayat sekhotaman Quran itu lebih baik“.(lihat al-adzkar Imam Nawawy hal 147).

* Bila ada orang yg mengatakan salah satu/semua Imam Mujtahid menolaknya,maka orang itu dusta.boleh juga saudara lihat hadits2 Rosul diantaranya:

“Perbanyaklah manusia dlm berdo’a,itu lebih baik bagimu.karena sungguh seorang hamba tidak mengetahui atas lidah siapa yg diterima do’anya atau dikasihi Alloh”(HR.Khotib dari Abu Hurairoh dlm Mukhtarul ahadits),

*Hadits Bukhori Fathul Bari juz I pag 334,juz IV pag 437+439-440.

*Hadits dr Abu Dawud dlm sunan Abu Dawud juz II pag 162, dan juz III pag 91; Dari Mi’qol bin Yasar,Nabi bersabda,bacakanlah untuk orang yg mati surat Yasin, lihat pula pag 215:Nabi Saw ketika selesai menguburkan mayat,beliau berdiri sebentar dan berkata kpd sahabat2,mintalah ampunan kpd Alloh untuk saudaramu ini,dan mohonkanlah agar ia tabah dan teguh,karna ia skrg sdg ditanya.

*hadits Muslim bahwa Nabi memotong dua ekor kibasy putih dg mengucap;bismillah,allohumma taqobbal min Muhammadin,wa-ali Muhammadin,wamin ummati Muhammadin.kemudian beliau kurbankan kibasy itu(shohih Muslim juz XIII pag 122)

*Soheh Muslim juz VIII pag 250,juz XI pag 83-84.*Kitab Bariqotul Muhammadiyyah juz II pag 99 cetakan Mustafa babil halabi.

*Sohih Tirmidzi juz III pag 175;dari Ibnu Abbas , bahwa seorang pria bertanya kpada Nabi,ya Rosulalloh,ibu saya telah meninggal,adakah bermanfa’at untuknya bila saya bersedekah/berwakaf menggantikannya? Rosul menjawab;Ya,benar.lalu orang itu berkata,bahwasannya saya mempunyai sebuah kebun,dan saya minta kesaksian Tuan,bahwa kebun saya itu telah saya sedekahkan/wakafkan yg pahalanya diperuntukkan untuk ibuku.

Lihat juga juz IV pag 297, lihat pula juz VI pag 291 Tentang sayyiina Ali yg selalu berqurban untuk Rosululloh sepeninggal beliau,karena disuruh Rosul.

*Tafsir Alkhozin juz VI pag 223; dan pada dua hadits yg terakhir adalah dalil tentang sedekah itu memberi manfa’at kpd mayat dan sampai pahalanya kepadanya bila dihadiahkan,ini adalah ijma ‘Ulama,dan juga telah sepakat para Ulama bahwa pahala dan do’a juga membayar hutang itu smpai kpd mayat,karna banyak dalil2 yg menerangkan itu.

* Riwayat Imam Tobroni+Ibnu Jarir+Ibnu Majah dlm Addurul mantsur juz IV pag 219,*Jami’ul bayan fi tafsiril Quran juz XV pag 155.

*riwayat Imam Ahmad dlm kitab Ibid pag 219.Ibid jilid 2 pag 406.dll.jadi,suatu pembohongan besarlah yg menyatakan tidak sampainya pahala tsb.mereka membohongkan Alloh,Rosululloh,Islam+Muslimin skalian.

*Tiada suatu kaum yg duduk berdzikir kpd Alloh,melainkan mereka akan dikelilingi Malaikat,dilimpahkan curahan rahmat,diturunkan rasa tentram dlm hati,serta Alloh akan menyebut2nya disisi makhluk yg ada.(HR.Muslim)

*bila kalian melewati kebun2 syurga,maka merumputlah kalian disana! Sahabat bertanya;apakah kebun syura itu ya Rosul?beliau menjawab;halaqoh2 dzikir.(HR.Turmudzi).

*Ibnu Taimiyyah; innal mayyita yantafi’u biqiroatil qurani kama yantafi’u bil’ibadatil maliyati minassodaqoti wanahwiha.

*Ibnu Qoyyim; Afdolu ma yuhda ilal mayyiti assodaqotu walistighfaru waddu’a-i lahu walhajju ‘anhu,wa-amma qiroatul qurani waihdauha ilaihi tathowwu’an min ghoiri ajrin fahadza yashilu ilaihi kama yashilu ilaihi tsawabusshoumi walhajji.

*QS.Alhasyr:10; dan orang2 yg datang setelah mereka(muhajirin dan anshor),mereka berdo’a;Ya Tuhan kami,ampunilah kami,dan saudara2 kami yg telah beriman lebih dulu dari kami.

*Do’a Rosul bila beliau berziyaroh ke pemakaman Baqi’ ;assalaamu ‘alaikum daaro qoumin mu’miniina wa-ataakum maa tuu’aduuna ghodan muajjaluuna wainnaa ingsyaaa Allohu bikum laahiquun,Allohummaghfir liahlil baqii’il ghorqod.

*dalam do’a Rosul yg lain; Allohummaghfir lihayyinaa wamayyitinaa.

*kitab Fathul Qodir,diriwayatkan dari Ali krw,dari Nabi Saw ; siapa yg melewati quburan,lalu membaca qulhu ya’ni alikhlash 11x,kemudian dihadiahkan pahalanya bagi orang2 yg mati,maka akan diberikan bagi si pembaca qulhu itu ganjaran sebanyak orang2 yg dikubur disitu.

b.) Dzikir itu ada dzikir sirri(bilqolbi bila lisanin) khofi(lisan dg suara pelan) jahri(lisan dg suara terdengar jelas). Saudara dapat memilih dg metode yg manapun anda suka,asalkan ikhlash.Saya sndiri memakai semua metodenya.dzikir sirri ada dasarnya,dzikir khofi ada dasarnya,dzikir jahri jg ada dasarnya.mgkin anda sudah tahu dalil dzikir khofi sprti ayat yg telah anda kemukakan QS.Al-A’rof:205.saya rasa saudara jgn hanya membaca ayat itu saja,apalagi tidak dikaji tafsirnya,skali lagi tafsirnya bukan terjemahannya.tafsir ayat tsb bisa anda lihat di tafsir ibnu katsir jilid III hal 272 dan tafsir Nawawi juz I hal 313 insya Alloh anda tidak akan suudzhon.

@.anda juga prlu tahu ada dalil dzikir sirri yakni tanpa suara. Banyak keterangan hadits yg Rosululloh sendiri berdzikir/berdo’a dg jelas hingga para sohabatpun hafal akan apa yg beliau ucapkan.bahkan banyak do’a yg diajarkan Rosul kpd Sphabat yg sampai kpd kita,bgmana mungkin akan smpe pd kita bila Rosul tidak mengucapkannya dg lisan secara jahri(jelas) sdangkan Rosul tdak bisa menulis? Bgamana akan datang orang2 untuk brjamaah sholat,bila adzan+iqomat itu tidak dilantunkan dg jahr?pdahal Rosul sndiri pernah adzan.dan adzan itu sndiri adalah dzikir isinya(lihat kitab Aladzkarun Nabawiyyah Imam Nawawi)?

* lalu dalil yg lain yg Rosul arahkan waktu tu bagi Hujjaj;Afdholul hajji al’ajju watstsajju=seutama2nya beribadah haji adlh mengeraskan suara ktika brdzikir dan berdo’a dan mengalirkan darah Qurban (Imam Tirmidzi dari Ibnu ‘Umar. Albaihaqi+Alhakim+Ibnu Majah dari Abu Bakar+Abu Ya’la dari Ibnu Mas’ud).

*prnah pula satu ktika Rosul menjadi Imam sholat,ada salah satu jama’ah yg tiba2 membaca du’a iftitah dg keras,setelah slsai sholat,Rosul brtanya pd smua yg ada “siapa yg tadi mengucapkan itu dg keras?” shohabat itu menjawab”aku ya Rosul”,Rosul berkata”sungguh aku telah melihat pintu2 langit terbuka karna kalimat itu”.saya kutip pula keterangan dari Hasan albanna dlm kaitannya dg dzikir berjama’ah trdapat dlm Alma’tsuroh bahwa diantar adab dzikir brjama’ah adalah seirama dg jamaah baik dlm suara maupun bacaannya(saya punya beberapa kitab Alma’tsuroh & saya juga membacanya).

*Salah satu dalil Quran yg asbabunnuzulnya ktika Nabi+para sohabat slsai mlakukan haji; “Apabila kamu telah menyelesikan ibadah hajimu,maka brdzikirlah menyebut nama Alloh sbagaimana kamu menyebut2 nenek moyangmu,atau bahkan brdzikirlah dg yg lebih keras dari itu” (QS.Albaqoroh 200).

*lihat saja tafsir Almaroghi beirut dar alfikr juz I:105.lihat pula dlm sohih Abu ‘Abdillah alBukhori jilid I hal 152,Abul Husein Muslim bin Alhajjaj annaisabury jilid I hal 263,sunan Abu Dawud,

*lihat pula Almajmu syarah Muhadzdzab Imam Nawawi jilid 3 hal 485 akan hadits sohih; “Sungguh Mengeraskan suara saat berdzikir usai mengerjakan sholat jama’ah wajib itu pernah dilakukan pada masa Nabi.kmudian Ibnu Abbas berkata;aku mengetahuinya dan mendengarnya bila mereka (Rosul+Shohabat) selesai mengerjakan sholat dan hendak meninggalkan masjid“. (hadits shohih HR.BUKHORI,MUSLIM,ABU DAWUD,dari IBNU ABBAS).

*lihat saja dlm Fathil Bari juz II:592.Hadits; bahwasannya ada seorang lelaki yg menyaringkan suaranya ketika berdzikir,lalu ada seseorang yg berkata;alangkah baiknya jika ia merendahkan suaranya.maka Rosululloh pun bersabda;biarkanlah dia!sesungguhnya dia itu sedang merintih kpd Alloh.”(HR.Baihaqi dari Jabir bin Abdulloh).

*Ada banyak riwayat hadits yg mengemukakan khutbah2 Rosul yg mana didalamnya terdapat dzikir+du’a yg terdengar jelas oleh hadirin saat itu.apakah akan smpai kpd kita saat ini,bila Rosul tidak membacakan Quran dg jahr+jelas pd masa itu?sdangkan Alquran pda dekade beliau belum ditulis.atau mungkin adakah orang yg berani memurtadkan sayyidina Utsman bin ‘Affan+para sohabat Rosul karena beliau membukukan Alquran? Knapa kita tidak sekalian aja membid’ahkan Quran yg beredar saat ini?karena cetakan pabrik,dan bahkan dengan berbagai terjemahan? Allohumma na’udzubillah tsumma na’udzubillah.Saya yakin anda sering mendengar murottal Quran+du’a yg dilantunkankan oleh syekh Abdurrahman Sudais,syekh Ahmad Suraim,syekh Al-Ghomedy,syekh Al-Munyawi dll,apakah anda wahai saudaraku,berani memandang mereka membangkang Rosululloh?Beranikah anda membid’ahkan sekian juta umat Muslim yg mengumandangkan Takbiran dari dulu hingga akhir zaman?beranikah anda menyalahkan para Imam & khotib sedunia yg membaca ayat Quran+dzikir+do’a dg jahri? Silahkan saudara nyatakan skarang!bahwa Membid’ahkan/membantah/mungkin yg lebih extrim dari itu! DEMI ALLAOH,Saya akan membuat persaksian kelak dihadapan Alloh atas pernyataan saudara.Nasta’inulloha ‘ala kulli hal.Wahai Saudaraku yg aku cintai,para ulama mengamalkan ibadah itu bukan dg ngarang2 sendiri tanpa dasar.Quran;”innamaa yakhsyalloha min ‘ibaadihil ulamaa”=sesungguhnya yg paling takut diantara hamba2 Alloh adalah para Ulama.

Perlu juga anda Baca beberapa penjelasan pada tulisanku disini:

http://www.facebook.com/notes/metty-muthia/tadarus-al-quran/147706048581267

Begitupula: http://www.facebook.com/notes/metty-muthia/tadarrus-alquran-bag-2/147809521904253

jangan smp kita terbujuk nafsu & syetan sehingga menyalahkan prilaku para Ulama dlm paraktek ibadah,karna saya yakin saya+saudara itu tidaklah lebih ‘alim, ‘arif & wiro’i daripada para Ulama itu.oleh karnanya belajarlah langsung kpd bliau,jgn cuma baca buku tanpa guru mursyid yg kompeten.”Man lam yakun lahu Syaikhun fasyayakhkhohu syayathin”,”man ja’ala kitabahu syaikhon faqod katsuro gholatuhu”,”Man fassarol Qurana biro’yihi falyatabawwa maq’adahu minannar”.”saya’tii zamaanun ‘alaa ummatii yafirruuna minal’ulamaai walfuqohaa,fayabtaliyahumullohu bitsalaatsati baliyyatin;uulaaha yurfa’ul barokah min kasbihim,watssaani yusallithu humullohu sulthoonan dzooliman,watsalitsuha yakhrujuuna minaddunyaa bighoiri iimaanin ai matun bilkufri”.silakan saudara artikan hadits tersebu. saya berharap kiranya saudara mau belajar bersama dirumah kami dg senang hati.Rosul mengajarkan beberapa tingkah ‘ibadah sesuai keadaan,contohnya ketika sholat,bisa dg duduk+terlentang bagi yg tdk mampu sambil brdiri,bahkan sambil berkecamuk perang(sholat lisyiddatil khouf).Dalam bershodaqoh/berinfaq boleh dg terang2an ataupun tersembunyi.sholat sunnahpun boleh terang2an/pun tersembunyi.dlm kifarat bagi yg terlanjur jima’ dihari Romadhon, maka dg memerdekakan budak belian, bila tidak mampu maka dg 2 bulan shoum brturut2,bila tdak mampu maka memberi makan faqir miskin,bila tdak mampu mak cukup dg menafkahi kluarganya dan bertaubat.dan banyak dalil yg lain.oleh karnanya,lebih lanjut kita kaji dulu asbabun nuzul ayat+asbabul wurud hadits. Perlu difahami,bhwa saya sndiri tidak setuju bila dzikir+brdo’a dg berjerit2,namun sewajarnya saja kita ragem (konstan bersama2) bila melakukan dzikir jamaah, dan dengan metode khofi saat sendirian, supaya tertib+konstan sehingga bisa menarik pada kekhusyuan,dan bagi si Imam dzikir,tujuan jahrinya itu untuk membimbing & sambil mengajarkan jama’ah yg notabene belum pada hafal sendiri2 dan mungkin brlainan susunan dzikir yg dibacanya/munkin awam sama sekali.

C.) Jamuan untuk hadirin ketika Tahlilan.sebelum dijelaskan lebih lanjut,ada baiknya sya sampaikan,bhwa dalam mengemukakan dalil sbaiknya difahami dulu mafhum ‘alaih/mafhum mukholafahnya/bayannya/ asbabunnuzul ayat/asbabul wurud hadits. Amar wajib/sunnah,Nahyu haram/makruh/makruh tanzih/makruh tahrim/makruh ‘aridhi/makruh dzati.dll.Berbeda pendapat tentang jamuan yg dihidangkan oleh kerabat mayyit.perlu difahami,ini bukanlah suatu keharusan sama sekali.namun boleh2 saja bagi mereka yg mampu+ingin bershodaqoh makanan/memulyakan tamu yg hadir.Namun saya menyarankan kpd para tetangga yg disekitarnya ada keluarga yg ditinggal mati,agar para tetangga ini memberi bantuan berupa apapun yg bermanfaat membantu klwrga yg sdang ditinggal mati,tak terkecuali memberi makanan untuk disuguhkan kpd klwrganya/orang2 yg hadir.

* dg dasar2 diantaranya”Dan apa saja kebaikan yg kamu buat,maka sesungguhnya Alloh maha mengtahui” (QS.Albaqoroh:215). Anda jg bisa lihat pada hadits2 pada option (a) diatas,karna disitu dikemukakan pula beberapa hadits yg menyatakan shodaqoh dari klwrga mayit.

*Riwayat Abu Dawud dlm Kitab sunnahnya dg sanad shohih dr bapaknya dr seorang sohabat Anshor berkata; “kami keluar bersama Rosul Saw. Beliau memberikan penjelasan diatas kubur(sampingnya) seorang sohabat,akan penggalian luasnya bagi kedua kaki mayit dan kepalanya.maka ketika kembali(setelah penguburan),istrinya mayyit mengundang kpd Rosul yg kmudian Rosul hadiri undangan itu,kemudian dihidangkan makanan,dan Rosulpun bersama para sahabat lainnya memakan hidangan itu secara berjama’ah.” (HR.Abu Dawud dan Baihaqy,lihat Tuhfatul ahwadzi jilid IV:78 ) (lihatpula musnad Imam Ahmad bin Hanbal jilid V:293).

*Sayyidah Aisyah berkata; “Saya tidak cemburu pada seseorang dari istri Nabi.sebagaimana cemburuku pada Khodijah(yg telah meninggal sebelum Rosul menikah dg yg lain),akan tetapi Rosululloh Saw menyebut2nya bahkan adakalanya menyembelih kambing dan memotong2 beberapa potong untuk dikirimkan kpd shabat2 khodijah(sbg shodaqoh yg diperuntukkan pahalanya untuk Khodijah RA)”. (HR.BUKHORI & MUSLIM,lihat Riyadlussolihin:177).

*Perlu diketahui,bahwa memang ada keterangan dari beberapa Shohabat+Ulama(habib nyatakan sebagian,bukan semua) yg dlm beberapa kejadian,beliau2 tidak menghendaki berkumpul bersantap dirumah keluarga mayyit,karena beliau menilai adanya ratapan bagi keluarga mayyit,dan dilain waktu karna menilai kasian pada beberapa keluarga mayyit,karna banyak dari mereka yg ditinggalkan adalah dari kalangan tidak mampu.maka dg dasar itu beliau dan saya sndiri(habib)menganjurkan kepada para tetangga untuk mengirimkan maknan yg sudah masak/bantuan apapun bagi keluarga mayyit,karena mereka sedang repot mendapat musibah kematian.

* Sabda Rosul; dari Abdulloh bin Ja’far ia berkata tatkala datang berita kematian Ja’far yaitu ketika ia terbunuh,Nabi Saw bersabda; hendaklah kamu membuat makanan untuk keluarga Ja’far.karena sungguh telah datang kpada mereka suatu yg menyibukkan mereka.”(HR.Imam ahli hadits yg lima,dlm Nailul Author jilid IV hal 110).

*Shodaqoh dari keluarga mayit: dari Abu Hurairoh,ada seorang lelaki bertanya kpd Rosululloh. sungguh ayahku telah meninggal dan ia tidak berwasiat akan harta yg ditinggalkannya,apakah bermanfa’at(sampai pahalanya) kalau saya bershodaqoh untuknya?Nabi menjawab;ya,sampai pahalanya“.(H.R.AHMAD,MUSLIM,NASAI,dan IBNU MAJAH,lihat Nailul Author jilid IV hal 103).

*syekh Ibnu Qudamah dlm kitab Almughni juz II hal 215; Jika jamuan itu dibutuhkan,maka diperbolehkan.sebab,terkadang datang kepada keluarga mayat,para pelayat yg datang jauh dari pedesaan dan tempat2 pelosok yg jauh,mereka lalu ikut menginap dan tidak mungkin dibiarkan kecuali harus dihidangkan maknan.

–*MAULID NABI SAW*–Anda berkata; JIKA ITU SUNNAH,

MAKA TIDAK MUNGKIN ADA YG MENUDUH BAHWA MAULID ITU ADALAH BID’AH, SEPERTI TIDAK MUNGKIN ADA YG MENGATAKAN BAHWA AQIQAH ITU ADALAH BID’AH!!!

Skarang saya tanya;Bagaimana pernyataan anda tentang tuduhan orang2 kafir atas Alquran yg diturunkan kpd Nabi Saw,bahwa Alquran itu adalah karangan dandusta beliau untuk mengelabui orang2.Apakah anda mampu menyatakan Alquran itu dibuat2 & dikarang Rosul?hanya karena banyak yg mengingkarinya,bahkn dizaman Rosul sndiri.banyak orang2 munafiqin tidak percaya atas mu’jizat bliau.apakah anda mau membuat pernyataan yg sama dg mereka? Karena piciknya fikiran anda yg menilai sesuatu itu dusta bila ada suatu kalangan yg menyangkalnya.Na’udzubillah.Sungguh tidak pernah ada seorangpun seorang muslim sejak dulu yg pernah menyaksikan,mendengar,membaca atau menemukan nash Alquran+hadits secara mutlaq dan sah,yg menetapkan peringtan maulid Nabi sbg bid’ah dholalah(kesesatan),atau haram.alasan satu2nya yg diada2kan penuduh itu adalah karena zaman hidupnya Nabi tidak ada peringatan maulid/kitab maulid Rosul.itu adalah pendapat orang Munafiq,munafiq,munafiq.

Maaf,anda harus jujur! Zaman Rosul ada ponsel tidak? Ada internet/Rosul pernah main email? Ada mobil/motor tidak? Ada listrik tidak? Saya yakin anda+saya menggunakn fasilitas itu semua dan hampir semua munafiqun pemfitnah ahlussunnah mereka memakainya.saya yakin orang Indonesia pergi ke baitulloh mayoritas pake pesawat dan kendaraan. Orang2 yg menuduh dholalah itu selalu mengetengahkan dalil yg mentah dan didasarkan pada alam fikiran dan pndangan sndiri. Wahai saudaraku yg kucintai,mari kita buka hati kita akan kebenaran ini.jangan malu pada teman2 disamping anda yg skarang sudah banyak ikut2 menutupi kebenaran2 yg sudah berabad2 masyhur didunia,diantaranya maulid Nabi.Coba anda pelajari dg seksama,didalam Alquran banyak terdapat kisah2 Nabi dan kaum terdahulu yg Alloh kisahkan dan Rosul sampaikan.“sungguh,pada kisah2 mereka itu(para Nabi dan Rosul)terdapat pelajaran bagi orang2 yg berakal.(QS.Yusuf:111). Dan semua kisah para Rosul kami ceritakan kepadamu,yg dengan kisah2 itu kami teguhkan hatimu.(QS.Hud:120).

Ada lafadz dalam Quran:”FAQSHUSHIL QOSHOSHO LA’ALLAHUM YATAFAKKARUUN”= Ceritakanlah kisah2 yg sehingga orang2 itu berfikir.

Fahamilah,bahwa sejarah hidup dan perjalanan seseorang itu seyogyanyalah ada dan dikemukakan setelah subjek utamanya tiada,dan dikemukakan oleh generasi setelahnya.anda juga jngan menutut kitab maulid itu harus ditulis oleh Nabi Saw,karna beliau itu UMMIY yakni tida diberi kemampuan membaca & menulis oleh Alloh Swt.

Minhum mang qoshoshnaa ‘alaika waminhum mallam naqshush-hum ‘alaik Sebagian dari mereka telah aku ceritakan kepadamu dan sebagian lainnya belum aku ceritakan padamu.(QS.Almu’min:78),lihat pula QS.Annisa:164).

Saya heran dg orang zaman baru2 ini.mereka lebih memilih hotspot,berita2 politik,sejarah kebudayaan,sejarah perusahaan,buku2 kontemporer,ngurusin kerjaan orang kafir asing,kerja dipabrik orang kafir,dibanding mempelajari sejarah Rosul bahkn melarang dan membid’ahkannya,yg pada kenyataannya mereka itu ahli bid’ah semua,semua,semua.malah yg ibadah diutik2,bukannya yg belum ibadah yg diajak bener.

Sungguh benar kata Rosul; saya’ti zamanun katsirul khuthoba qolilul ‘ulama,akn datang satu zaman banyak ahli pidato tapi sedikit ‘ulama.Akan keluar suatu kaum akhir zaman,orang2 muda(ilmunya belum matang) berfaham jelek,mereka banyak mengucapkan”khoirilbariyyah”(firman Alloh+hadits yg dibawa Nabi).iman mereka tidak melampaui kerongkongan mereka.mereka keluar dari agama seperti meluncurnya anak panah dari busurnya(antaralin karena mudahnya membid’ahkan,mengkafirkan,memusyrikkan pada musim lain).kalau orang2 ini berjumpa denganmu,lawanlah mereka.(sohih HR.Bukhori,lihat Fathul bari juz XV pag 315).

Coba saudaraku,anda renungkan berikut ini! Man sanna filislami sunnatan hasanatan falahu ajruha wa-ajru man ‘amila biha ba’dahu min ghoiri ayyunqosho min ujurihim syaiun:barangsiapa dalam Islam merintis jalan kebaikan,ia memperoleh ganjarannya,dan ganjaran orang yg mengerjakannya sesudah ia,tanpa dikurangi sedikitpun(HR.Muslim dari Jarir).

Dari Abi Qotadah, sungguh Rosululloh telah ditanya tentang puasa hari senin,beliau menjawab;itu hari aku dilahirkan,dan dihari itu aku juga diberi wahyu.(HR.Muslim).

‘An Ibni ‘Umar ra qola Rosululloh Saw;man ‘adzhoma mulidi kuntu syafi’an yaumal qiyamati:Dari Ibnu ‘Umar;Rosul bersabda;siapa yg mengagungkan kelahiranku,maka aku akan memberikan syafa’at padanya pada hari qiyamat.(HR.Bukhori Muslim).

Dalam maulid itu pula isinya adalah sholawat2 untuk beliau dan keluarganya.mampukah anda saat ini menyatakan sebagai gerakan anti sholawat?kalo memang kenyataannya demikian,bersiapalah menghadapi pengadilan Alloh didunia dan akhirat! Dan anda akan dihadapkan kpd Rosululloh.Wallohi,demi darah Rosul yg mengalir didalam diriku,dan diri ahlulbait Rosul yg lain,kami akan menjadi saksi pernyataan orang2 dlm gerakan anti sholawat dan anti mencintai Rosul+para Auliya Alloh. Man ‘aadaa lii waliyyan faqod aadzantuhu bilharbi;siapa saja yg memusuhi waliku maka aku umumkan perang kepadanya.(HR.Bukhori dari Abu Hurairoh).

Silahkan anda buka beberapa penjelasan dan keterangan amal maulid dlm kitab i’anatuttholibin juz III hal 363-364.

Lihat pula hadits Bukhori juz I hal241,dan Muslim juz I hal 459.Maka orang yg beriman kpada(Muhammad)memuliakannya,menolongnya,dan mengikuti cahayanya yg terang yg diturunkan kepadanya(Alquran)mereka itulah yg beruntung(Al A’rof:157),

lihat pula Almaidah:14,Alhaj:22. Belum sempurna iman seseorang dari kamu,kecuali bila aku lebih dikasihinya dibanding keluarganya,hartanya,dan manusia keseluruhan(HR.Bukhori Muslim:lihat syarah Muslim juz II pag 15).

lihat pula shohih Bukhori juz IV hal 55. Hadits muttafaq alaih,bahwa Rosululloh dlm salah satu khutbahnya dihadapan kaum Anshor;Quumuu ilaa sayyidikum;berdirilah kamu sekalian untuk menyambut/menghormat ketuamu.(sirah Rosul kar Mhd Redha hal 238) yg dimaksud Rosul waktu itu sbg pemimpin kalian adalah sayyidina sa’ad ra yg baru datang. Mafhum ‘alaihnya adalah apalagi untuk memuliakan Rosululloh.*banyak hadits2 tentang keutamaan dan anjuran bersholawat.bahkan hanya sholawatlah,ibadah yg diperintahkn Alloh,namun Alloh sendiri melakukannya.

Saudaraku yg kucintai,cukuplah kiranya keterangan ini kami suguhkan.smoga Alloh memberikan cahaya iman pada hati kita.waffaqonallohu ilaa thoriiqil mustaqiim. Dgan harapan,kedepannya,siapapun yg punya pertanyaan serupa,akan saya jawab dan jelaskan secara terperinci bila datang langsung ke majlis kami.WASSALAM

Tambahan dari sahabat yg menyimak:

Metty Muthia Raja Arab yg dikenal sbg wahabiyyun juga ternyata ulang tahunnya dimeriahkan bersama J.W.Bush di Bahrein.

Anwar Rachman ada lagi Bib, radio Rodja Jakarta 756 AM yg promosinya sebagai radio dakwah ahlus sunnah wal jama’ah ternyata dalam siarannya setiap hari menghantam masalah tata cara ibadahnya /tradisi orang NU, tahlil , dzikir, selamatan dll.

Metty Muthia

Ya ,memang radio Roja itu salah satu nama dalam daftar radio-radio yang dibiayai pemerintahan arab saudi dan sekutunya yakni :Inggris dan amerika, untuk menghantam ahlisunnah waljamaah, yang tujuannya agar Indonesia mudah dikuasai seperti h…alnya palestina,pakistan, malaysia,dll.
Indonesia dari dulu memang negara yang kuat walaupun berusaha untuk di bolak balik.Namun ternyata kekuatan itu berpangkal dari keteguhan bangsa ini dalam menjaga aqidahnya yang telah dirintis oleh wali-wali penyebar Islam di Indonesia .

H Nurdin Oking

@Anwar Rachman,@ Mbak Metty : betul ,hati-hati dengan Radio Roja, saya lupa ustadz siapa namanya dia dengan lantang menuduh paham suni adalah khuntsa mu’tazilah.
@ Habib : Maaf bib, coba tolong lihat di halaman 135 juz tsani dalam kitab I’a…natut tholibin tentang tahlil…. syukron

ErZa Ahmed

sungguh merupakan sebuah tuduhan yg gak berdasar, mereka sengaja menutup mata n telinga saat membaca n mendengarkan dalil² ttg disyari’atkannya mendoakan ahli Qubur, mereka hanya mengambil dilalah lafdziyahnya za, hanya membaca yg tersurat …namun gak memahami apa yg tersirat dalam dalil Al Qur’an dan Al Hadits. Mereka bahkan tak memahami dan (boleh jadi mengingkari) sebuah hadits nabi yg menjelaskan bahwa mengakfirkan org yg pernah bersyahadat adalah kafir (من كفّر مسلما فقد كفر). Nau’uudzu billahi min dzaalik..
dibawah ini da link yg sangat bangus banget sebagai penguat Aqidah Qta n sebagai renungan buat mereka yg membid’ahkan tahlil tp mungkin mereka juga gak mo nerima cz dalam tulisan tersebut gak menyebutkan secara tersurat ttg tahlil namun secara tersirat, dalil tersebut sangatlah jelas menjelaskan ttg tahlil cz isi dr tahlil adalah bacaan Al Qur’an dan doa tuk mayyit..Ini dia linknya;

http://alharary.com/vb/t10565.html

syukran atas share ilmunya beib, semoga keimanan n keislaman Qta senantiasa menyertai derap langkah Qta ila yaumi el qiyaamah,,amien…:)

Metty Muthia

@Pa H.Nurdin: diatas adalah link scan kitab say,i’anatut tholibin Cetakan Maktabah Dar Ihyail Kutubil Arobiyyah juz… 2 hal 135,karya Syekh Abu Bakar bin Muhammad Syatho (Habibana Alwi sering Zyaroh ke Maqbaroh beliau dan Tabarrukan disana) isinya tentang halaman ini adalah tentang sholat mayyit:
-Tajuuzu ‘alaa janaa-izi sholaatun waahidatun,fayanwiyas sholaatu ‘alaihim ijmaalan,waharuma ta’khiiruhaa ‘aniddafni bal yasquthul fardhu bissholaati ‘alal qobri.
-Watahrumu sholaatun ‘alal kaafiri lihurmatiddu’aa-i lahuu bilmaghfiroti Qoola Ta’aalaa:walaa tusholli ‘alaa ahadim minhum……..
-Wa’alaa Syahiidin……..

Baru sekitar 5 halaman berikutnyalah yg mulai membahas Talqin dan Do’a bagi si Mayyit. Lafadz yg ditulis diatas merupakan lafadz Hasiyyah-nya (i’anatut tholibin merupakan syarah dari hasiyyahnya yaitu fathul mu’in bisyarhi Qurrotul ‘ain karya Al-Arif billah As-Syskh Zainuddin bin Syekh Abdul ‘Aziz bin Allamah Syekh Zainuddin muallif Hidayatil Adzkiya ilaa thoriiqil Auliyaa bin Syekh ‘Ali bin Syekh Ahmad As-Syafi’i Al-Malibary Alfannaany).

Allohummaftah lanaa ‘ilman naafi’aa bibarokati Syaikhinaa Habiibinaa Dzurriyyatir Rosuulil Mujtabaa.
Ma’af bila ada kesalahan nulis,maklum masih belajar pada Habibana.

H Nurdin Oking syukron bib,.. di halaman berikutnya masih dalam juz tsani halaman 142, di tuliskan ( mohon koreksi kalau salah ), ” Minal wahsati wal jami’ wal arba’ina bal kulli dzalika haroman inkana min maali mahjurin aao min mayyitin dainun… mohon penjelasannya bib… afwan… syukron…

Metty Muthia

Mohon maaf pa Haji,biar saya yg coba lihat.

http://www.facebook.com/home.php#!/photo.php?pid=391382&fbid=149306218429779&id=100000512045174

Pada halaman ini yg ada pada kitab kami perihal:
…Wayundabu ziyaarotu qubuuro lirojulin laa li-untsaa,fatukrohuu lahaa,na’am yusannu lahaa ziyaarotu qobrin Nabiyyi SAW Qoola ba’dluhum wakadzaa saa-iril Anbiyaa-i walUlamaa-i wal-Auliyaa-i.(yg tertulis ini hasyiyyahnya,beum termasuk syarahnya).

Insya Alloh akan saya coba sedikit berpendapat: Bahwa Para Ulama berbeda pendapat dalam suatu fatwa,karena dipandang pada aspek “asbab walmaushuul”,apalagi dibidang fiqih,ada istilah akhdzul manaafi’ wadarul/wadaf’ul mafaasid. Namun Ulama berbeda pendapat tidak pada aspek Ushul namun furu’.

Begitupula dlm i’anatut thoolibiin,disitu deterangkan beberapa pendapat dari Ulama Salaf,tidak hanya satu. Perlu pula diketahui,banyak kaum wahaby yg telah merubah kitab2 Ulama salaf(redaksinya) seperti yg saya temukan pada software maktaba Syamila,karena telah banyak yg dirubah beberapa bagiannya.

Dalam membahas suatu maqoolah dlm satu kitab tidak boleh hanya sepenggal,harus diruntut siyahul kalamnya,dan penjabarannya sendiri biasanya sudah terdapat dlm maqoolah kitab itu sendiri.
Karena Seperti halnya haul Mushonnif Kitab I’anatut tholibin pun biasa dilakukan setiap tahun oleh Keluarga beliau(keturunan),dan Habibana pernah bercerita tentang hal itu,karena saya sempat mengantar Habibana sampai Cirebon untuk bergabung bersama para Ulama lain yg akan berangkat bersama2 ke maqbaroh Al-Imam di Kaliwungu Kendal.
Dan penjelasan dalam kitab ini masih disyarahi lagi dalam kitab2 lainnya.
Bahkan dalam catatan Habibana diatas sudah dinyatakan penjelasan apa yg ada didalam kitab i’anatut thoolibiin.

Walloohu a’alam. Syukron. Afwan katseer.

Habib Alwi Ba-Alawy

Alhamdulillah,baru selesai tarawih.
@ Pa H.Nurdin :” Minal wahsati wal jami’ wal arba’ina bal kulli dzalika haroman inkana min maali mahjurin aao min mayyitin dainun… “
Dalam kitab saya,maqolah ini terdapat paa halaman 146 baris ke 5,redaks…inya sbg berikut: “
Wafii haasyiyatil ‘allaamah al-Jamal ‘alaa syarhil minhaj :waminal bida’il munkarotil makruuhi fi’luhaa maa yaf’aluhun naasu minal wahsyati waljam’i walarba’iina,bal kullu dzaalika haroomun ing kaana min maalin mahjuurin au min mayyitin ‘alaihi dainun au yutarottabu ‘alaihi dlororun au nahwi dzaalika”.

Konteks yg akan dijelaskan ini perlu digaris bawahi,bahwa penjelasan dalam hal mengumpulkan orang dengan menjamu,bukan konteks do’anya.Kalo hal do’a sudah sepakat semua,bahwa bermanfaat bagi si mayyit.

Imam Allamah Al-Jamal berpendapat bahwa kurang lebih: mengukur sbg bid’ah makruhahtentang perbuatan orang2 berupa wahsyah(meratapi kematian,yg membuat keluarga mayyit murung), waljam’i(mengumpulkan orang2), walarba’iina(matang puluh,yg dlm konteks mengingat2 kematian yg membangkitkan keterpurukan keluarga tertinggal).
Bahkan Al-Imam berpendapat bahwa hal itu ahrom bilamana biaya yg dikeluarkan untuk acara tersebut didapat dari harta yg haram/terlarang untuk membelanjakannya, atau dari mayyit yg masih punya hutang, atau yg diperkirakan berkelanjutan dlorurotnya/hal seperti itu.

Dapat dimengerti menurut fiqih-pun,bahwa kemakruhan dlm mengumpulkan dan menjamu orang2 itu bilamana terdapat ratapan(menjadikan kesedihan bagi keluarga mayyit),
mafhum mukholafahnya:bila mengumpulkan orang2 mau berapa haripun,bila merupakan keinginan dan keridhoan keluarga yg ditinggal agar merasa banyak yg menemani(haneuteun),dan ingin bershodaqoh pada orang lain yg pahalanya diperuntukan bagi si mayyit,maka sah2 saja. Namun Al-Imam Al-Jamal mensyarati dg syarat bahwa tidak ada hutang yg berkaitan dg si mayyit,karena jelas hutang lebih wajib didahulukan untuk dilunasi,dan dg syarat tidak ada dlorurot yg berkelanjutan bila diadakan semacam ini.

Dalam hal ini dikitab saya masih i’anah juz 2 halaman 145 baris kedua dari bawah,perlu dibaca Penjelasan hadits Rosul yg dikemukakan oleh Imam Ahmad bin Hajar dalam Tuhfatul Muhtaj lisyarhil minhaj:
“Wayusannu lijiirooni ahlihii ail mayyiti tahiiatu tho’aamin yusybi’uhum yaumahum walailatuhum lilkhobaris shohiihi:
Ishna’uu li-aali ja’faari tho’aaman faqod jaa-ahum maa yusyghiluhum wayaliha alihim filakli nadban.

Dari hadits tsb dimengerti bahwa disunnahkan bagi kerabat/tetangga untuk menghidangkan makanan yg diperuntukan memberi makan keluarga dan kerabat mayyit/pun yg hadir datang kerumah. Hal ini sebagaimana saya anjurkan dalam tulisan saya diatas.

Dan dalam hal keluarga mayyit yg menyediakan,bila ridho dan tidak terjadi dlororoh maka boleh2 saj sebagaimana yg pernah dilakukan oleh istri seorang sahabat yg jamuannya dimakan oleh Rosul dan sahabat lainnya setelah penguburan suaminya.

Dan Rosulpun seringkali memotong kibas untuk dibagikan pada orang2 yg pahalanya diperuntukkan bagi keluarga(Khodijah dll).
Coba dibaca dg seksama catatan saya diatas.!!!! Sudah dibubuhkan cukup jelas.

Walloohu a’alam.Alhamdulillah

H Nurdin Oking Shodaqta bib, betul bib halaman 146, saya lupa lagi, maklum kitabnya dapat pinjam dari Orang tua,sudah lama Kitab Itu diambil sama yang punya ( red orang tua).

Tentang HABIB ALWI

KHOLIFAH AL MAJLIS
Tulisan ini dipublikasikan di Tulisan Habib. Tandai permalink.