AHBABURROSUL-1

TAKLIM RUTIN KAMIS MALAM

Jumat, Oktober 20th 2017. | Taklim Ahbaburrosul

FB_IMG_1508474480208[1]

By. Sayyid Seif Alwi Ba’ Alawy
🕌Markaz Dzikir Ahbaburrosul indonesia

 

“KAJIAN KITAB NASHOIHUL ‘IBAD”

 

🍃Ada tiga siksaan bagi orang-orang yang hubbudunya (mencintai dunia) yang disegerakan didunia, dan ada tiga lagi yang akan ditimpakan oleh Allah SWT nanti pada saat di akhirat.

Dan adapun siksaan bagi orang yang mengedepankan dunia daripada akhirat yaitu :

1. Malapetaka pada hari kiamat yakni perkara-perkara yang menakutkan pada hari kiamat akan ia rasakan.

2. Siksa yang sangat berat, pertanggung jawaban atas amal yang telah dilakukan atau atas segala titipan Allah SWT dengan hisaban yang berat.
Yakni pemeriksaan amal secara mendetail setiap detik akan ditanya, setiap menit akan ditanya, setiap rupiah akan ditanya, setiap ucapan & kata akan dimintai pertanggungjawaban.
Setiap waktu, setiap harta, setiap ilmu yang dimiliki akan dimintai pertanggung jawabannya dan setiap langkah kaki akan dimintai pertanggung jawabannya, juga amanah pun akan dimintai pertanggung jawabannya.

3. Kerugian yang sangat lama yakni kesusahan yang panjang sebab sangat letihnya diakhirat menerima siksaan dan letihnya dihisab.

🍃Adapun 3 siksaan didunia yaitu berupa :

1. Angan-angan yang tidak ada akhirnya

2. Tamak yang menguasai dirinya yang tidak ada batasannya, tidak ada sifat cukup (qonaah)

3. Diambil dari dirinya rasa nikmat beribadah

🍃Pada Akhir zaman yang mencintai dunia, bukannya berkurang, akan tetapi semakin disebarluaskan.

Seperti yang dijelaskan Sesungguhnya diantara syarat/terjadinya kiamat, adalah dengan diperbanyaknya harta/akan bergelimang harta, sehingga ketika orang tersebut memanggil orang yang lain untuk diberikan harta tersebut, maka orang yang mau diberikan harta tersebut, berkata: “aku tidak butuh dengan harta itu, andaikan engkau memberikannya kepadaku kemarin pasti aku akan menerima tetapi sekarangpun aku sulit mencari orang yang mau menerima sodaqohku.”

Sebagaimana Rosul SAW ditanya untuk menjelaskan makna zuhud yaitu bukan menyia-nyiakan harta yang diberikan oleh Allah SWT, bukan pula zuhud itu mengenyampingkan dari kesempatan yang Allah SWT berikan melalui manfaat harta itu sendiri.

Akan tetapi zuhud adalah berlaku syukur dan tidak menempatkan dunia pada Qolbu kita, mengamalkan segala karunia Allah SWT, seperti umur, kesehatan, harta, keluarga, jabatan dan ilmu.

Seluruhnya untuk hal-hal yang diridhoi Allah SWT tanpa ia berfikir untuk mendapat yang lebih.

🍃Maksudnya kita mampu meraih sesuatu yang lebih banyak & besar tapi ketika kita tidak mampu mengaplikasikannya, tidak mampu mensyukuri, tidak mampu menggenggamnya dengan baik, maka ini akan menjadi penyakit kemudian masuk kedalam relung hati.

Sahabat bertanya :”Ya Rosulullah, bagaimana jika diantara kami yang senang dengan sandalnya yang bagus, yang senang dengan hewan tunggangannya yang bagus, yang senang dengan bajunya yang bagus ?”

Rosul SAW menjawab : ”sesungguhnya Allah SWT itu maha indah dan Allah SWT menyukai keindahan.”
Artinya : tidak disalahkan kalau kita menyukai hal-hal yang indah selama tidak membuat kita terlena, tetap kita harus menjadi orang yang sadar dan mawas diri jangan sampai kita lalai karena perkara-perkara indah membuat kita melalaikan Zat yang Maha Indah.

🍃Contoh aplikasi cinta yang boleh dilakukan yaitu : mencintai anak kita, Ada sebuah kisah seorang sahabat Rosulullah SAW datang kepada Sayidah Aisyah yaitu seorang arab badui.

Lalu sahabat Nabi SAW berkata :”banyak orang-orang yang menciumi anak-anak mereka maka untuk apa kita menciumi mereka?”
Maka baginda Rosul SAW menjawab :”apakah kau sanggup ketika Allah SWT menghilangkan Rahmat dari Qolbu kita, apakah kau sanggup ketika Allah SWT mencabut kasih sayangNya dari Qolbu ? maka aku mengetahuinya”
Kata sayidah Aisyah : ”dengan menciumi anak-anak kecil itu merupakan salah satu cara untuk membuat hati ini penuh dengan rasa cinta kasih, tidak keras, tidak menjadi kasar dan bisa menjadi lembut”

Didalam kitab Riyadhus Sholihin diriwayatkan ketika Rosul SAW duduk bersama sahabat, tiba-tiba datang putra Rosul SAW kemudian Rosul SAW menciumi tangan anak kecil yang masih belia, dan sahabat bertanya :”Ya Rosulullah, aku punya 10 anak tapi belum pernah aku menciumi mereka.”

Kemudian Rosul SAW bertanya :”orang yang tidak memiliki rasa cinta kasih, orang yang tidak mampu menyayangi orang lain maka ia tidak pantas disayangi orang lain dan Allah SWT pun tidak akan menyayanginya.”

Mulai sejak itu ia pulang menciumi anak-anak mereka, itulah salah satu yang diajarkan Rosul SAW, kalau anak kecil saja boleh diciumi tangannya kenapa orang-orang sholeh, kekasih-kekasihnya Allah SWT tidak boleh diciumi oleh kita?

🍃Dijelaskan didalam kitab Adabul Mufrad, ada beberapa riwayat tentang para sahabat Rosul SAW yang masih tersisa sepeninggal baginda Rosul SAW yang ditemukan oleh Para tabiin, ketika mereka menjulurkan tangan untuk bermusofahah dengan para tabiin maka para tabiin pun menciumi tangan sahabat-sahabat tersebut.

🍃Diriwayatkan dari kitab Adabul Mufrad no hadits 973 sanad haditsnya Hasan.
Hasani Abdul berkata : ”kami pernah melewati daerah rohbah, maka dikabarkan kepada kami dikota ini terdapat sahabat Rosul yang bernama Salamah bin al-akwa, maka kemudian kami menemui beliau dan kami mengucapkan salam kepada beliau dan beliaupun mengeluarkan tangannya dari dalam lengan bajunya untuk bermusofahah dengan kami untuk menyalami kami.

Maka kemudian kami bertanya (Salamah bin Al-Akwa berkata) :”dengan tangan ini aku berbaiat kepada Rosulullah SAW.” (sambil memperlihatkan tangannya)
Lalu 2 tabiin tadi berdiri menciumi tangan beliau.

Tentang Rosulullah SAW menyayangi putrinya.

🍃Hadits No 971 Imam Bukhori didalam Adabul Mufrab, Ustman bin Umar menceritakan kepada kami: israil menceritakan pada kami: dari Maisarah bin Habib, dari Al-Minhal bin Amr, dari Aisyah binti Thalhah, dari Aisyah Ummul Mukminin, dia berkata : “tidakkah ada seorang yang paling menyerupai ucapannya kepada Rosul SAW selain fatimah RA, jika Fatimah masuk kedalam rumah baginda Rosul SAW, maka baginda Rosul SAW berdiri menyambut putrinya, menghormati putrinya, memuliakannya, menciumi keningnya dan baginda Rosul SAW pun mendudukan Fatimah RA di tempat duduk Rosul SAW, Ini menunjukan Rosul SAW memuliakan orang lain, begitu pula ketika baginda Rosul SAW bertamu kerumah Fatimah RA maka Fatimah pun berdiri menyambut Rosul SAW dan Fatimah meraih tangan Rosul SAW, menuntun baginda Rosul SAW dan Sayidah Fatimah Ra mencium tangan Rosul SAW, dan mendudukan Rosulullah SAW ditempat duduknya yang mulia.

Dan begitu pula Fatimah masuk kerumah kami menemui Sayidah Aisyah Ra ketika Rosul SAW sedang sakit menjelang wafatnya, baginda Rosul merasa senang mempersilahkan masuk, baginda Rosul menyambutnya dan Rosul SAW mencium kening Sayidah Fatimah RA.

BAB MENCIUM KAKI
🍃Hadits no 975 ; sesungguhnya nenek dari ummu Aban dari kakeknya yang bernama Al Wazi bin Amir ia berkata : ”Ketika kami sampai ke negeri kami kemudian dikabarkan kepada kami, ini ada Rosulullah SAW, maka apa yang kamu lakukan maka kami meraih tangan dan kaki Rosul SAW kemudian kami menciumi tangan dan kaki Rosulullah SAW.

🍃Hadits ini memang Dhoif tapi kedhoifan hadits ini bisa digunakan untuk Fadhoiul A’mal sepakat para ulama ahli hadits diterangkan Imam An Nawawi di dalam Al Adzkar.

Imam An Nawawi sepakat Ibnu Hajar Al Asqolani dan lainnya, sepakat ahli hadits, ahli tafsir dan lainnya tentang mencium kaki disunahkan.

🍃Hadits No 976 ; aku melihat sahabat Ali menciumi tangan dan kaki sahabat Abbas (pamannya sendiri).

🍃Hadits ini memang dhoif tapi tidak mengkalahkan hadits yang shoheh ataupun yang hasan, sebagaimana terdapat dalam Tanqihul Qoul, dan dalam riwayat lainnya tentang seorang sahabat yang menciumi dari mulai kepala sampai kedua kaki Rosulullah SAW (Riwayat mutawatir)

Majelis Katib Srikandi AR

20160315214810

Related For TAKLIM RUTIN KAMIS MALAM


Copyright © 2013 MAJELIS AHBABURROSUL