AHBABURROSUL-1

Tabaruk & Keberkahan

Senin, Oktober 9th 2017. | Taklim Ahbaburrosul

 

22221705_1260702970701131_4357369675028487123_nBAB TABARUK
Saya punya sedikit cerita,
Ada temen saya yang berhasil mencium hajar aswad.
Sy ikut senang dan ikut mencium kepala teman sy tsb yg telah mencium hajar aswad.
Kmdn org itu berkata :alhamdulillah.. Semoga dapat barakah habib..
Padhl maksudnya adalah semoga Alloh memberikan barakahnya atas yg dilakukan habib. , ya namanya ucapan kadang tdk perlu dijabarkan panjang lebar namun maksudnya kita faham.
Kmdn ada yg nyletuk: habib tdk bisa memberikan barakah..
Sy hanya mebalas senyum.. Karena tahu org ini pastinya hanya baru bljr satu dua buku islam..

Ttg keberkahan.
Rizki juga termasuk keberkahan.
Ada pejabat perusahaan yg meminta uang kpd karyawan yg baru diangkat MNJD KARYAWAN TETAP sebesar 7jt utk kepentingan management liburan kebali dsb. Maka sy katakan bahwa perbuatan Ini dihukumi HARAM…
Ini uangnya tdk berkah.

Tentang keberkahan, disebutkan dalam alquran.

وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ

(Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh keberkatan) berkah dan manfaatnya (lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon) maksudnya kebun-kebun (dan biji-biji tanaman) yakni ladang-ladang (yang diketam) yang dipanen.
(Qs. Qaf ayat 9.)

Jadi air hujan saja ada berkahnya. .maka berdoa lah ketika hujan.

Lalu Nabi sama air hujan lebih barakah mana?

Tentu nabi lebih barakah.

Dari kitab riyadusholikhin.
Bab 63. Berlomba-lomba Dalam Perkara Akhirat -Amal Kebaikan- Dan Mengambil Sebanyak-banyaknya Dari Apa-apa Yang Dapat Menyebabkan Keberkahan

Allah Ta’ala berfirman: “Dan dalam hal yang sedemikian ini -yakni hal-hal kebaikan- maka hendaknya berlomba-lombalah orang-orang yang ingin berlomba-lomba.” (al-Muthaffifin: 26)

567. Dari Sahal bin Sa’ad r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. diberi minuman lalu beliau meminumnya dan di sebelah kanannya ada seorang anak, sedang di sebelah kirinya ada orang-orang tua. Lalu beliau bersabda -kepada anak itu-: “Adakah engkau izinkan kalau -minuman- ini saya berikan kepada orang-orang tua itu?” Anak itu menjawab: “Tidak, demi Allah, ya Rasulullah, saya tidak akan mengalahkan diriku dalam memperoleh bagianku daripada Tuan itu sehingga memberikannya kepada orang lain.”

Keterangan:

Disebabkan anak itu ingin memperoleh keberkahan dari sisa minuman Rasulullah s.a.w., maka ia tetap memintanya dan tidak suka mengalah sekalipun kepada orang-orang tua dan anak itu memang yang berhak, sebab berada di sebelah kanannya. Selanjutnya Rasulullah s.a.w. meletakkan minuman itu di tangan anak tadi. Tallahu dengan ta’ mutsannat di atas artinya meletakkannya. Anak yang tersebut di atas itu ialah Ibnu Abbas, radhiallahu ‘anhuma.

Bahkan ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berwudlu, hampir saja para sahabat seperti hendak berkelahi memperebutkan bejana bekas wudlu beliau.

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَرْعَرَةَ، قَالَ حَدَّثَنِي عُمَرُ بْنُ أَبِي زَائِدَةَ، عَنْ عَوْنِ بْنِ أَبِي جُحَيْفَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي قُبَّةٍ حَمْرَاءَ مِنْ أَدَمٍ، وَرَأَيْتُ بِلاَلاً أَخَذَ وَضُوءَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم وَرَأَيْتُ النَّاسَ يَبْتَدِرُونَ ذَاكَ الْوَضُوءَ، فَمَنْ أَصَابَ مِنْهُ شَيْئًا تَمَسَّحَ بِهِ، وَمَنْ لَمْ يُصِبْ مِنْهُ شَيْئًا أَخَذَ مِنْ بَلَلِ يَدِ صَاحِبِهِ، ثُمَّ رَأَيْتُ بِلاَلاً أَخَذَ عَنَزَةً فَرَكَزَهَا، وَخَرَجَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فِي حُلَّةٍ حَمْرَاءَ مُشَمِّرًا، صَلَّى إِلَى الْعَنَزَةِ بِالنَّاسِ رَكْعَتَيْنِ، وَرَأَيْتُ النَّاسَ وَالدَّوَابَّ يَمُرُّونَ مِنْ بَيْنِ يَدَىِ الْعَنَزَةِ‏.‏

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Ar’arah,
dia berkata telah menceritakan kepadaku ‘Umar bin Abu Za’idah dari ‘Aun bin Abu Juhaifah dari bapaknya, dia berkata:

Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berada dalam kemah merah yang terbuat dari kulit yang disamak. Dan aku lihat Bilal mengambilkan air wudlu untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan aku lihat orang-orang saling berebut air tersebut. Orang yang mendapatkanya maka ia langsung mengusapkannya, dan bagi yang tidak maka ia mengambilnya dari dari tangan temannya yang basah.

Sy nasehatkan utk semua jamaah ahbabrrosul saat mencari barakah, harus menjaga dan mengutamakan adab.

Kmdn saat rasulullah bercukur, para sahabat berebut rambut.

Rasulullah membagi-bagikan rambutnya, ketika beliau bercukur di saat haji Wada’, haji terakhir yang beliau lakukan. Beliau juga membagi-bagikan potongan kukunya.
Pembagian rambut ini diriwayatkan oleh al-Imam al-Bukhari dan al-Imam Muslim dari hadits sahabat Anas ibn Malik. Dalam lafazh riwayat Imam Muslim, Anas berkata:

لمَاّ رَمَى صَلّى اللهُ عَليْه وَسَلّمَ الجمرَةَ وَنَحَرَ نُسُكَهُ وَحَلَقَ نَاوَلَ الحَالِقَ شِقَّهُ الأيْمَنَ فَحَلَقَ، ثمَّ دعَا أبَا طَلْحَةَ الأنْصَارِيَّ فأعْطاهُ ثمّ نَاوَلَهُ الشِّقَ الأيْسَرَ فقَال “احْلِق”، فحَلَق، فأعْطَاهُ أبَا طَلحَةَ فقَال: اقْسِمْهُ بَيْنَ النّاس. وَفِي روَاية: فَبَدَأ بالشِّق الأيْمَنِ فَوَزَّعهُ الشّعْرَةَ وَالشّعْرَتَين بَيْنَ النّاس ثمّ قاَل: بالأيْسَر، فَصَنَعَ مثلَ ذَلكَ ثمّ قَال: ههُنَا أبُو طَلحَة، فَدَفَعهُ إلَى أبيْ طَلحَة. وَفي روَاية أنّه عَليهِ الصّلاَةُ وَالسّلامُ قَالَ للحَلاّق: هَا، وأشَارَ بيَدهِ إلَى الجَانِب الأيْمَن فَقَسَمَ شَعْرَهُ بَيْنَ مَنْ يَليْهِ، ثمّ أشَارَ إلَى الحَلاّق إلَى الجَانِبِ الأيْسَر فَحَلقَهُ فَأعْطَاهُ أمَّ سُلَيم (رَواهُ مُسْلم)

“Setelah selesai melempar Jumrah dan memotong kurbannya, Rasulullah kemudian bercukur. Beliau mengulurkan bagian kanan rambutnya kepada tukang cukur untuk memotongnya. Kemudian Rasulullah memanggil Abu Thalhah al-Anshari dan memberikan kepadanya potongan rambut tersebut. Lalu Rasulullah mengulurkan bagian kiri rambutnya kepada tukang cukur tersebut, sambil berkata: “Potonglah..!”. Lalu potongan rambut tersebut diberikan kembali kepada Abu Thalhah, seraya berkata: “Bagikanlah di antara manusia”.

Dalam riwayat lain, -disebutkan-: “Maka mulai -dipotong rambut- dari bagian kanan kepala Rasulullah dan beliau membagikan sehelai, dua helai rambut di antara manusia. Kemudian dari bagian kiri, juga dibagi-bagikan. Rasulullah berkata kepada Abu Thalhah: “Abu Thalhah kemarilah…!”, kemudian Rasulullah memberikan Potongan rambutnya kepadanya.

Dalam riwayat, -sebagai berikut-: “Rasulullah berkata kepada tukang cukur: “(Cukurlah) Bagian sini…!”, sambil beliau memberi isyarat ke bagian kanannya. Kemudian Rasulullah membagikannya kepada orang-orang yang berada di dekatnya. Lalu memberi isyarat kembali kepada tukang cukur ke bagian kirinya, setelah dicukur kemudian potongannya diberikan kepada Umu Sulaim”. (HR. Muslim)

Dalam hadits-hadits ini kita melihat bahwa Rasulullah sendiri yang membagi-bagikan sebagian rambutnya di antara orang-orang yang ada di dekatnya, sebagian lainnya diberikan kepada Abu Thalhah untuk dibagikan kepada semua orang, dan sebagian lainnya beliau berikan kepada Ummu Sulaim.

Termasuk kholid bin walid yg menaruh rambut rasulullah di topi perang.
pada perang Yarmuk. Waktu itu, perang berkecamuk. Tanpa sengaja, peci yang dikenakan Sayyidina Khalid jatuh. Beliaupun mencari peci itu. Beliau juga memerintah pada tentara-tentaranya untuk mencari peci itu. Tak lama kemudian, para tentara menemukan peci itu kotor. Sayiidina Khalid kemudian bercerita, “Suatu ketika Rasulullah saw. melakukan ibadah umrah. Setelah selesai, beliau mencurkur rambutnya. Orang-orang berebutan untuk mendapatkan rambut beliau. Saya mendahului mereka dan mendapatkan rambut beliau bagian ubun-ubun. Saya letakkan rambut itu di peci. Maka, setiap saya berperang dan membawa peci itu, saya pasti menang.”(Ibnu Asakir, Tarikh Dimsyiq, Juz: 16, hal: 246, Versi Maktabah Syamilah).

Air seni Rasulullah SAW pernah terminum oleh Pembantunya

Seorang pembantu Rasulullah yang tiba-tiba terbangun di malam hari karena kehausan, kebetulan menemukan bejana berisi air dan diminumnya, ternyata..? Ummu Aiman RA pernah bercerita :

Suatu ketika Rasulullah SAW menginap di rumah. Ketika malam Beliau SAW bangun dan buang air di bejana. Tak lama kemudian saya terbangun dan mencari minum karena kehausan. saya mendapatkan air di bejana dan saya langsung meminumnya. Esok paginya, Rasulullah SAW berkata kepada saya :”Wahai Ummu Aiman, tolong buangkan air yang ada di bejana”. Saya pun menjawab : “Wahai Rasulullah demi Zat yang telah mengutusmu dengan haq, saya sudah minum air yang ada di dalamnya”. Rasulullah SAW tertawa sampai terlihat giginya lalu bersabda “sungguh perutmu tidak akan sakit lagi setelah ini”.
(lihat Nisa^ hawl al Rasul, hal 45-46)

Riwayat di atas, pasti menimbulkan pertanyaan dalam benak kita kok bisa air kencing Rasulullah menghilangkan sakit perut Ummu Aiman ?..

Rasulullah SAW adalah seorang yang dimuliakan oleh Allah SWT, dimana zat diri Rasulullah SAW mengandung keberkahan dan kebaikan yang dianugerahkan oleh Allah SWT. Mulut Beliau tidak berbau, keringatnya wangi bahkan air ludah Beliau SAW dapat menjadi obat.

Ini pelajaran bahwa segala sesuatu yg berhubungan dgn org sholih akan menjadi sesuatu yg mulia.

Cerita mbah hasyim mencari cincin istri gurunya yaitu mbah kholil di jamban.

Saat Kiai Hasyim Asy’ari nyantri di Bangkalan, Madura, suatu ketika ia melihat ada hal yang sedikit tampak aneh di wajah kiainya, Syaikuna Kholil. Kiai Hasyim kemudian bertanya, “maaf kiai, bolehkah kami tahu, ada masalah apa dengan kiai?”

“Oh…ini, cincin ibumu terjatuh di WC,” jawab Kiai Kholil datar.

Tanpa pikir panjang, masih dengan baju rapi, Kiai Hasyim langsung menuju ke pembuangan tinja dan terjun kedalamnya guna mencari cincin bu nyai, sampai akhirnya ketemu. Dan setelah bebersih diri, beliau menemui
gurunya untuk menyerahkan cicin milik istri gurunya..
Kiai kholil senang dan ridlo kpd muridnya.
Dan inilah yg membuat kiai hasyim diangkat derajatnya kederajat mulia. Barakah yang datang oleh karena ridlo dari orang yg sholih…

Inilah yg diajarkan pada guru guru adalah ketulusan hati.

Maka bisa jadi org yg menata sendal jamaah, Yg jaga parkir acara ta’lim itu lebih mulia dr yg datang dan duduk ngaji dimajelis ini.

Jangan pernah menolak syariat islam.. Bahwa ada keberkahan dari rasulullah.

Bahkan rasulullah memberikan contoh untuk tabarruk dengan orang orang Islam lainnya.

كان رسول الله صلى الله عليه و سلم يبعث إلى المطاهر فيؤتى بالماء فيشربه يرجو بركة يدي المسلمين

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Sering menyuruh orang pergi ke kolam-kolam Tempat Berwudhu,
Lalu Beliau diambilkan air, kemudian Beliau Meminumnya, Seraya berharap BERKAH DARI TANGAN-TANGAN KAUM MUSLIMIN (yang bersuci dengannya).”
(HR. al-Thabarani dalam al-Ausath: 794)
(Abu Nu’aim dalam Hilyah al-Auliya’ 8/203)
(Al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman :2435).

Catatan penulis
Hadits ini memberikan pesan:
1) Kemuliaan kaum Muslimin yang luar biasa
2) Tabaruk dengan selain Kepada Baginda Nabi Saw tidaklah Syirik seperti pendapat Kaum wahabi, Bahkan dianjurkan berdasarkan Sunnah.
3) Baginda Nabi Saw Memberi Contoh, bahwa Bertabarruk kepada Kaum Muslimin, kepada para waliyullah, Para Shalihin adalah sangat dianjurkan.

20160315214810

Related For Tabaruk & Keberkahan


Copyright © 2013 MAJELIS AHBABURROSUL