AHBABURROSUL-1

Ada 5 malam yang apabila berdo’a di malam tersebut akan di kabulkan

Sabtu, Mei 14th 2016. | Taklim Ahbaburrosul

7bd7185a-e459-4c32-aec3-8b4e0eece50bCatatan Ta’lim rutin mingguan
Kamis,12 Mei 2016
Masjid Baiturrahman Perumnas Blok P
Oleh : Habib Alwi Ba’Alawy

قال الشافعي في الأم : وبلغنا أنه كان يقال : إن الدعاء يستحاب في خمس ليال : في ليلة الجمعة ، وليلة الأضحى ، وليلة الفطر ، وأول ليلة من رجب ، وليلة النصف من شعبان

Imam asy-Syafi’i Rahimahullah di dalam kitab al-Umm mengatakan bahwa ada 5 malam yang apabila berdo’a di malam tersebut akan di kabulkan yaitu:

1. Malam Jum’at,
2. Malam ‘idul Fitri,
3. Malam ‘idul Adlha,
4. Malam pertama bulan Rajab,
5. Malam nishfu Sya’ban.

Kenapa kita memperingati Isro’ Mi’roj di bulan Syaban?

Ada suatu hadist yang seolah- olah mengkhususan ibadah di suatu waktu, tapi di lakukanya bebas waktunya.

Seperti didalam Firman Allah SWT didalam Q.S Ibrahim memerintahkan kepada kita

“Dan ingatkanlah kepada manusia tentang hari-hari nya Alloh dimana Allah SWT memberikan rahmat yang besar kepada Hamba-hambaNya.

Jika kita bersyukur atas Nikmat Allah SWT dengan cara Berpuasa di bulan Muharrom itu baik. bahkan Mendapat pahala. Seperti halnya Rosululloh SAW, selalu berpuasa di hari senin, dimana dihari itu Beliau dilahirkan dan diberikanya Wahyu Oleh Allah SWT.

Banyak orang yang berkata berpuasa di bulan Sya’ban itu diharamkan, tapi sebenarnya puasa dibulan Sya’ban ini diperbolehkan.

Lalu bagimana cara kita
menghidupkan malam Nisyfu Sya’ban? yaitu dengan memperbanyak Amalan-Amalan Sholeh ( seperti : Dzikir, Sodaqoh, Shlat malam dan Berpuasa dibulan Sya’ban)

Memperbanyak puasa di bulan Sya’ban, merupakan kebiasaan Rosululloh SAW. Maksud memperbanyak di sini bukan berarti Rosululloh SAW berpuasa sebulan penuh dibulan Sya’ban, akan tetapi Beliau mengisi hari hari Nya dengan berpuasa.

jika sudah terbiasa puasa maka di perbolehkan puasa di bulan syaban sampai satu hari terakhir bulan Sya’ban.
Namun jika tidak terbiasa berpuasa, maka Hukumnya Makruh jika berpuasa satu hari terakhir di bulan Sya’ban.

Dari Sayyidina Ali bin Abu Thalib bahwasanya: ” Apabila tiba Malam Nisyfu Sya’ban , shalatlah pada malam harinya (dengan catatan sholat sunah biasa di malam Nisyfu Sya’ban asal jangan diniatkan sholat Nisyfu Sya’ban) dan puasalah pada siang harinya karena Allah SWT menyeru hambaNya disa’at tenggelamnya matahari.

Lalu Allah SWT berfirman : “Adakah yang meminta ampunan kepada-Ku , niscaya Aku akan mengampuninya, Adakah yang meminta rizki Kepada-Ku, Niscaya Aku akan Memberinya Rezeki, Adakah yang sakit, niscaya Aku akan menyembuhkanya, Adakah yang demikian (Maksud Allah SWT Akan mengabulkan Hajat Hamba-Nya yang memohon pada waktu itu) Adakah demikian sampai terbit Fajar
(HR. Imam Ibnu majah & Imam Baihaqi)

Salah satu Riwayat Dari Sayyidah Aisyah RA, Beliau Berkata :” Aku kehilangan Rosululloh SAW pada suatu malam , kemudian aku keluar mengikuti beliau dan kutemukan Beliau di pemakaman Baqi’ Al-Ghorqod ” maka Beliau Bersabda: ” Apakah Engkau khawatir Allah SWT dan Rosululloh SAW akan menyia-nyiakan mu? Kemudian Aku berkata : ” Tidak Wahai Rosululloh , sungguh aku telah mengira engkau telah mendatangi sebagian istri-istriMu”.

Kemudian Rosululloh SAW Bersabda : ” Sesungguhnya Allah SWT menyeru hambanya di malam Nisyfu Sya’ban kemudian mengampuni dengan pengampunan yang lebih banyak dari bilangan bulu domba bani kilab (pengampunan yang sangat banyak)
(HR. Imam Tirmidzi, Imam Ibnu Majjah, Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam Ibnu Hibban)

Keterangan : Rosululloh SAW berada di pemakaman Baqi bertujuan untuk Mendoakan Mayit di malam Nisyfu Sya’ban. Dan berziaroh di bulan Sya’ban pun diperbolehkan.

Keutamaan bulan Sya’ban berdasarkan beberapa riwayat shohih.

Berikut ini merupakan satu riwayat hadist yang mengandung dua makna keutamaan bulan Sya’ban:

“Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid, ia bertanya kepada Rosulullah SAW : “Wahai Rosulullah, saya tidak menjumpai Engkau berpuasa di bulan-bulan yang lain sebagaimana Engkau berpuasa di bulan Sya’ban. Rasulullah menjawab: “Sya’ban adalah bulan yang dilupakan oleh orang-orang antara bulan Rajab dan Ramadlan.

Bulan Sya’ban adalah bulan laporan amal kepada Allah. Maka saya senang amal saya dilaporkan sementara saya dalam kondisi berpuasa”
(HR Nasai No 2356, Ahmad No 21753 dan disahihkan oleh Ibnu Khuzaimah)

Baca Fathul Barri Syarah Shohih Bukhari karya al-Hafidz Ibnu Hajar, VI/238. Ibnu Hajar juga menilainya sahih

Puasa Bulan Sya’ban
Rosulullah SAW senantiasa melakukan puasa sunnah di bulan Sya’ban baik secara keseluruhan selama satu bulan penuh dalam satu riwayat, tetapi dalam riwayat lain disebutkan ‘sebagian besar bulan Sya’ban’. Hal ini berdasarkan riwayat hadist di atas yang juga diperkuat oleh hadist shohih berikut:
“Dari Aisyah, ia berkata Saya tidak pernah melihat Rosulullah SAW menyempurnakan puasa satu bulan sama sekali kecuali Ramadhan. Dan saya tidak pernah melihat beliau berpuasa satu bulan lebih banyak daripada bulan Sya’ban
(HR Imam Al-Bukhari No 1868 dan Muslim No 2777)

Datangnya malam Nisyfu Sya’ban Menurunkan Rahmat dan Ampunan Allah SWT. Dan Bulan Sya’ban adalah bulannya Allah SWT. Bulan di angkatnya catatan amal perbuatan kita oleh Allah SWT. Dan Bulan yang diapit oleh bulan Rajab dan bulan Ramadhon.

Maka dari itu marilah kita manfaatkan bulan Sya’ban ini dengan memperbanyak Ibadah dan Amalan Sholeh Lainya.
cd871ac0-086d-4ba9-8e59-6cff0e67abb3

 

 

 
Wallohu ‘Alam
Majelis Katib Ahbaburrosul. – TNA

20160315214810

Related For Ada 5 malam yang apabila berdo’a di malam tersebut akan di kabulkan


Copyright © 2013 MAJELIS AHBABURROSUL