AHBABURROSUL-1

NIAT DAN AMAL

Jumat, Oktober 23rd 2015. | Samudera Ilmu

DSC_2447

KETERANGAN MENGENAI NIAT DAN AMAL
“Niat seorang Mukmin lebih baik daripada amalnya.”

(Diriwayatkan oleh Sahl bin Sa’ad)
(Dalam riwayat lain lebih sempurna ketimbang perbuatannya), Karena kadang pada amal perbuatan terhapus oleh perbuatan riya..sombong…dan sebagainya sehingga ia hanya mendapatkan 1 kebaikan yaitu dari niatnya saja. Dengan niat saja sudah mendapatkan satu kebaikan. Sedang amalnya (Prakteknya) akan dihitung 10 kebaikan. Sehingga orang yang berniat kemudian beramal akan mendapatkan 11 kebaikan. Nabi SAW bersabda, “Barang siapa berniat melakukan kebajikan, namun ia tidak mengamalkannya, Allah akan mencatatkan kebajikan baginya.” Dan sabdanya lagi: “Mereka kelak dikumpulkan berdasarkan niat mereka.”

KETERANGAN MENGENAI DZIKIR
Baginda nabi muhasmmad s.a.w. diseluruh hidupnya adalah dzikir.
Dari Siti Aisyah berkata: “Adalah Rasulullah saw selalu berdzikir kepada Allah dalam seluruh hidupnya” (HR.Muslim). Kita yang banyak lalainya ini, perlu sekali mujahadah..usaha latihan untuk membaca dzikir dengan hitungan seratus..seribu.., hal ini adalah utk melatih hati dan hidup kita agar terbiasa terisi oleh kalimat dzikir, mengikuti kehidupan rasulullah salallahi ‘alaihiwassalam untuk senantiasa berdzikir. Baiknya sebeum tidur melakukan kita melakukan wudlu terlebih dulu dan kemudian berdzikir dan bersholawat. Maka ketahuilah bahwa Barangsiapa wafat dalam keadaan dirinya berwudhu , maka ia akan ditemani malaikat jibrtil. sebuah hadits yang riwayatkan oleh al-Thabrani dalam al-Kabir dari Maimunah binti sa’ad, dia berkata: “Wahai Rasulullah, bolehkah seseorang tidur dalam keadaan junub? Nabi menjawab “Aku tidak suka jika ia(orang yang junub) tidur sebelum mengambil wudlu’, aku khawatir ia lantas mati (dalam keadaanberhadats), sehingga tidak dihadiri oleh Malaikat Jibril.”Hadits ini menjelaskan bahwa Malaikat jibril selalu turun ke bumi untuk menghadiri setiap orang mukmin yang mati dalam keadaan suci dari hadats. Para wali juga selalu mengingat Allah (berdzikir) dan tidak pernah sedikit pun takut terhadap dunia. Dan tdk pernah bersedih.” Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. (Q.S. Yunus 62).

KETERANGAN DZIKIR BERJAAMAH SETELAH SHOLAT
Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma, saudara sepupu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah menceritakan sebuah hadis yang shahih. Hadis itu berbunyi, “Kami mengetahui Nabi dan para Sahabatnya telah selesai mengerjakan sholat fardhu di masjid dengan mendengar suara takbir mereka……”(Hadis Riwayat Bukhari Muslim). Dalam hadis yang lain, Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma mengatakan, “Adalah berdzikir dengan mengeraskan suara setelah selesai mengerjakan sholat fardhu telah dilakukan pada zaman Rasulllah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Dan aku mengetahui mereka telah selesai mengerjakan sholat fardhu itu karena mendengar suara dzikirnya itu.” (Hadis Riwayat Bukhari Muslim, Lihat kitab Al Adzkar Imam Nawawi, halaman 77). Riwayat Sayyidina Ali Rodhiyallohu Anhu yang mensifatkan perlakuan para sahabat antaranya : “para sahabat apabila mereka pagi-pagi Berdzikrulloh dalam keadaan bergerak (bergoyang) seperti goyangan berayunan pohon-pohon berangin.” Al-Hafidz Abu Nu`aim meriwayatkan bahawa as-Sayyid al-Jalil al-Fudhail bin ‘Iyyadh berkata:- “Sahabat-sahabat Rasulullah Sholallohu alaihi. Apabila berzikir mereka menggerakkan badan condong ke kiri ke kanan seperti pohon kayu yang condong ditiup angin kuat.” Hadits dari Abu Sa’id Khudri dan Abu Hurairah ra. bahwa mereka mendengar sendiri dari Nabi saw. bersabda : “Tidak satu kaumpun yang duduk dzikir kepada Allah Ta’ala, kecuali mereka akan dikelilingi Malaikat, akan diliputi oleh rahmat, akan beroleh ketenangan, dan akan disebut-sebut oleh Allah pada siapa-siapa yang berada disisi-Nya”. (HR.Muslim, Ahmad, Turmudzi, Ibnu Majah, Ibnu Abi Syaibah dan Baihaqi).

KETERANGAN DZIKIR BERJAMAAH
Diterima dari Ibnu Umar bahwa Nabi saw. bersabda : “Jika kamu lewat di taman-taman surga, hendaklah kamu ikut bercengkerama! Tanya mereka : Apakah itu taman-taman surga ya Rasulallah? Ujar Nabi saw. : Ialah lingkaran-lingkaran dzikir karena Allah swt. mempunyai rombongan pengelana dari Malaikat yang mencari-cari lingkaran dzikir. Maka jika ketemu dengannya mereka akan duduk mengelilinginya”. Sabda Rasulullah saw : “sungguh Allah memiliki malaikat yg beredar dimuka bumi mengikuti dan menghadiri majelis majelis dzikir, bila mereka menemukannya maka mereka berkumpul dan berdesakan hingga memenuhi antara hadirin hingga langit dunia, bila majelis selesai maka para malaikat itu berpencar dan kembali ke langit, dan Allah bertanya pada mereka dan Allah Maha Tahu : “darimana kalian?” mereka menjawab : kami datang dari hamba hamba Mu, mereka berdoa padamu, bertasbih padaMu, bertahlil padaMu, bertahmid pada Mu, bertakbir pada Mu, dan meminta kepada Mu,

Maka Allah bertanya : “Apa yang mereka minta” ?

Malaikat menjawab : Mereka meminta sorga,

Allah berkata : “Apakah mereka telah melihat sorgaku” ?

Malaikat menjawab : Tidak,

Allah berkata : “Bagaimana bila mereka melihatnya” ?

Malaikat menjawab : Pastilah mereka akan lebih memintanya,

Allah berkata : “Apa yang mereka minta” ?

Malaikat menjawab : Mereke meminta perlindungan-Mu,

Allah berkata : “Mereka meminta perlindungan dari apa”

Malaikat menjawab : Dari api neraka,

Allah berkata : “Apakah mereka telah melihat nerakaku” ?

Malaikat menjawab : Tidak,

Allah berkata : “Bagaimana kalau mereka melihat neraka-Ku” ?

Malaikat menjawab : Pasti mereka akan lebih ketakutan,

Allah berkata : “Apa yg mereka lakukan” ?

Malaikat menjawab : Mereka beristighfar pada-Mu,

Allah berkata : “Sudah kuampuni mereka, sudah kuberi permintaan mereka, dan sudah kulindung mereka dari apa apa yg mereka minta perlindungan darinya” ?

Malaikat menjawab : Wahai Allah, diantara mereka ada si fulan hamba pendosa, ia hanya lewat lalu ikut duduk bersama mereka,

Allah berkata : “Baginya pengampunanku, dan mereka (ahlu dzikir) adalah kaum yg tidak ada yang dihinakan siapa siapa yang duduk bersama mereka” (shahih Muslim hadits no.2689), perhatikan ucapan Allah yang diakhir hadits qudsiy ini : dan mereka (ahlu dzikir) adalah “kaum yang tak dihinakan siapa siapa yang duduk bersama mereka”, Ada juga hadits semakna pada Shahih Bukhari hadits no.6045.” ?

KETERANGAN MENGENAI BERDO’A BERJAMAAH :
Mengeluarkan hadis ini oleh Thabarani di dalam kitabnya Al-Ausath daripada Qais Al-Madani: “Waktu aku, Abu Hurairah dan seorang sahabat sedang berdoa dan berzikir mengingati Tuhan kami Azzawajalla di dalam masjid, tiba-tiba menuju Rasulullah ke arah kami dan duduk bersama-sama, kami pun berdiam diri, lalu ia bersabda: “Kembalilah kepada apa yang sedang kamu lakukan.” Berkata Zaid: “lalu aku serta sahabatku berdoa sebelum berdoanya Abu Hurairah lalu baginda mengaminkan doa kami”
– See more at: http://ahbaburrosulcikarang.com/keterangan-mengenai-niat-dan-amal/#sthash.LdSW1GAf.dpuf

20160315214810

Related For NIAT DAN AMAL


Copyright © 2013 MAJELIS AHBABURROSUL